Skip to main content

Surat cinta untuk MamaPapa

Sebagai seorang anak, terkadang kita merasa “boleh” memberi kritik terhadap sikap orangtua kita mengenai suatu hal, kita menuntut “kesempurnaan” dari mereka. Namun seringkali kita lupa bahwa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang sempurna, termasuk orangtua kita. Kita harus selalu ingat bahwa mereka, dalam segala keterbatasannya, selalu berjuang, melakukan yang terbaik hanya demi kita. Mereka akan selalu ada disamping kita dengan suka cita menopang anak-anaknya, seperti yang sudah mereka lakukan sedari dulu saat mereka menopang kita belajar berjalan, sekarang mereka masih terus dan akan selalu menopang kita menuju masa depan.

 

Surat cinta untuk MamaPapa

 

Orangtuaku tak sempurna

Lalu kenapa?

Apakah ada orangtua yang sempurna?

Maksudku, apakah ada orang di dunia ini yang sempurna?

Setahuku, hanya Tuhan-lah kesempurnaan yang sejati.

 

Orangtuaku tak sempurna

Mereka tidak berada disampingku saat masa2 penting pertumbuhanku

Lalu kenapa?

Apakah hal tersebut mengurangi rasa cintaku terhadap mereka?

Tidak, Aku tetap sangat mencintai mereka, 

dengan segenap jiwa dan ragaku.

 

Orangtuaku tak sempurna

Namun dalam segala keterbatasannya

Mereka tetap memberiku rumah dan keluarga

Mereka memberiku keluarga yang tiada dua-nya.

Keluarga yang sangat kusayangi dengan seluruh hidupku.

Keluarga dengan Kakek, Nenek, Oom dan Tante 

yang sangat menyayangiku.

Aku tidak kurang sesuatu apapun.

 

Orangtuaku tak sempurna

Namun ku tahu, 

mereka memiliki alasan pasti dibalik keputusan2 mereka

Aku tahu

berada jauh dengan kami bukanlah hal yang mudah bagi mereka

Aku tahu 

bahwa mereka akan melakukan apapun demi kami anak-anaknya

Dan mereka sangat,

sangat mencintai kami lebih dari apapun di dunia 

 

Dan Aku sangat, sangat bersyukur menjadi anak dari kedua orangtuaku.

 

- Surat cinta untuk MamaPapa

 Kakak, Mei 2020.

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Label-free

I mentioned sixth sense in one of my previous post, the “What Should I do” one. True, I stated that the longer we know someone, we’ll develop some kind of sixth sense that’ll help us “communicate” with them. A wordless communication, so to say. That mind reader, gesture-talk kind of things. But I must say that that telepathy is a double edged sword. Why? Because it has its own downside. Opinion. Allow me to quote another saying of Haemin Sunim : “when we think we already know someone, we stop making effort to know them better. Consider when you think you already know your loved ones and when you do, you are failing to see them as they are right now, you see them through the prism of previously held opinions , instead.” Those words quoted from his “Love for Imperfect Things” book, and again, I could not believe how true it is. That “prism of previously held opinions” have an immense power to destroy our relationships because we instantly judge people. We did it in a heart...

The Family Who Read

         I was raised in a family who appreciate reading. It’s all started way back when we were young. We grew up reading comic books, our parents often gave us books as our “naik kelas”’s gifts. So we ended up looking forward to books. I remember the feeling when we were anxiously waiting for our packs of books to open, couldn’t wait to read it as we already waiting for it for a long time. And as a continuation of that, by the time we were a teenager, we expand our liking to novels, and our house filled with fantasy books such as “Eragon”, “The Bartimaeus Trilogy” by Jonathan Stroud, books written by Cornelia Funke, “Maximum Ride” by James Patterson and the likes which supplied by our mother. So myself in particular found solace and curiousity in fantasy books.           So then we developed our love for books. Growing up, each of us found our own genre, as my brother likes “Haruki Murakami”, me and my father...

We’re Performing, Still

Being remembered is something; something straight out of nothing. You don’t have to do, You don’t need to achieve, You only just have to be. To be you, doing or not doing. To be you, achieve or not achieving, To be you, present; not presenting. When performing gets tiring, that’s  the sign of you drowning. And then you cried; that’s the sign of you breaking. So tell me, tell me who are you when you’re not performing? Are you sad, are you happy, Do you angst, do you not angst? Will you catch you, when you fall? Ananda Khaira Azizah, Pekanbaru, May 2nd 2026. Written at 11am on a Saturday.